Perkembangan renang di indonesia setelah masa kemerdekaan

Pada awal kemerdekaan , perkembangan renang di tanah air agak menurun, disebabkan bangsa kita terlibat dalam perjuangan fisik melawan penjajah.
   Hingga tanggal 20 maret tahun 1951 perkembangan renang Indonesia masih di bawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI). Atas inisiatif perkumpulan renang yang ada di Jawa (Tirta kencana, Jakarta; Tirta Mirta, Surabaya; Tirta Merta Bandung, dll) maka dibentuk perserikatan berenang seluruh Indonesia  (PBSI) pada tanggal 24 maret 1951 dengan ketua pertama adalah Bapak Dr. Poerwosoedarmo. Selanjutnya PBSI diterima menjadi anggota PORI (perserikatan Olahraga Olympiade Indonesia), yang kemudian PORI berubah menjadi KOI (Komite Olympiade Indonesia).
             Pada tahun 1952 PBSI menjadi anggota resmi Federasi       renang dunia, Federation  Internasionale de Natation Amateur (FINA) dan menjadi anggota resmi internasional olympic commite(IOC). Untuk di tingkat Asia organisasi resmi renang namanya: AASF (Asia Swimming Federation). Pada tahun 1952 Indonesia mengirim perenang 200m gaya dada ke Olympiade Helsinki atas nama Soeharko .
pada Tahun 1953 Indonesia mengirim tim renang dalam Youth Festival  di Burakest. Lalu pada tahun 1954  Indonesia mengirim tim renang dan Polo Air ke Asian Games II di manila. Kemudian tahun 1956 Indonesia mengirim 3 orang  perenang  ke Olympiade di Melbourne untuk mewakili Indonesia yaitu Ria Tobing 200 m gaya dada putri, martha Gultom untuk 100 m gaya punggung putri dan Habib Nasution untuk 100 m, dan 400 m gaya bebas putra.
Tahun 1958 Indonesia mengirimkan tim renang dan tim polo air ke Asian Games III di Tokyo.
Tahun 1959 PBSI menjadi PRSI (persatuan renang seluruh Indonesia) agar tidak sama dengan persatuan bulutangkis Indonesia.
Pada tahun 1963 Indonesia harus mundur dari keanggotaan FINA (Federation International de Natation Amateur) karena saat itu pemerintah Indonesia akan menjadi tuan rumah dan berpartisipasi dalam Ganefo (Games of The New Emerging Forces) ke I. karena yang hadir dalam Ganefo adalah negara-2 yang bukan anggota FINA dan anggota FINA tidak boleh bertanding dengan yang bukan anggota FINA, sehingga lebih baik mengundurkan diri dari FINA  dari pada kena skorsing. Tapi kemudian Pada tahun 1966 Indonesia kembali menjadi anggota FINA.
Pada tahun 1973 ada perubahan pengelompokan kelompok umur dalam renang  dari yang ditetapkan  pada tahun 1968 yaitu:
    Kelompok umur IV    = 10 tahun dan dibawahnya
    Kelompok umur III    = 11-12 tahun
    Kelompok umur II        = 13-14 tahun
    Kelompok umur I        = 15-17 tahun
    Kelompok senior        = 18 tahun ke atas

Pada tahun 1983 pada sidang umum PRSI ke 9 di malang Jawa Timur menetapkan Dadang Suprayogi ditetapkan menjadi Bapak Renang Seluruh Indonesia
Pada tahun 2001 pada sidang umum ke 11 di Jakarta menetapkan tambahan cabang olahraga alam (Open water Swimming sebagai sub cabang baru di PRSI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul Ajar: Perawatan Sistem Rem Sepeda Motor

CARA KERJA SCANTOOL SEPEDA MOTOR HONDA

Memahami Cylinder Bore Gauge: Kunci Akurasi Pengukuran Silinder Mesin