GEBonTechs (Guidance Education Based on Technology for Student) sebagai Edukasi Teknologi pada Anak-anak Sejak Dini Upaya Menuju Indonesia Emas 2045

 Pada era digital, globalisasi telah merambah dan menyusup ke dalam seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Salah satu faktormya adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih. Dilansir dari kompas.com (2016), jumlah penduduk Indonesia adalah 256,2 juta jiwa dan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) menyatakan pada tahun 2016 sebanyak 132,7 juta jiwa masyarakat Indonesia telah terkoneksi ke jaringan internet. Berdasarkan data tersebut, lebih dari 50% masyarakat Indonesia telah banyak yang menggunakan jaringan internet sebagai media informasi dan komunikasi.

Peradaban manusia akan terus berlangsung seiring dengan perkembangan teknologi dari masa ke masa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, peradaban erat kaitannya dengan kemajuan kecerdasan dan kebudayaan manusia baik secara lahir maupun secara batin. Peradaban juga menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa. Ketika manusia semakin cerdas dan berbudaya maka manusia diharapkan pula memiliki sopan dalam bertingkah laku dan santun dalam bertutur kata.

Lukman Hakim Saifudin, Menteri Agama RI menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya untuk membangun peradaban (PresidenRI.go.id, 2016). Pendidikan berperan penting dalam sejarah peradaban manusia. Bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi adalah wujud dari kualitas pendidikan yang baik pula. Selain itu, pendidikan memberikan sumbangan yang besar bagi terpeliharanya moral para pemuda harapan bangsa. Dengan kata lain, pendidikan sebagai kunci peradaban menjadi harapan terciptanya generasi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi moral dan intelektual pemudanya.

Dilansir dari id.wikipedia.org, generasi Z merupakan orang-orang yang lahir pada rentang tahun 1995 hingga tahun 2014. Rentang tahun tersebut menunjukkan usia generasi Z yang paling tua saat ini adalah 21 tahun dan 4 tahun untuk usia yang paling muda. Dengan demikian, kebanyakan dari mereka masih berstatus sebagai pelajar di bangku sekolah.

Generasi ini lahir di era digital karena generasi ini juga merupakan peralihan dari generasi Y dengan teknologi yang semakin berkembang. Sejak lahir, kehidupan generasi Z telah bersinggungan dengan kecanggihan internet sehingga generasi ini disebut pula sebagai iGeneration atau generasi internet. Aktivitas generasi Z yang paling banyak dilakukan selama terkoneksi dengan internet adalah berinteraksi melalui media sosial, bermain game, mendengarkan musik, dan menjelajah internet.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi akan mempengaruhi kepribadian generasi Z. Berdasarkan karakteristiknya bahwa generasi ini lebih tidak fokus dari generasi Y tapi lebih serba bisa, lebih individual, lebih global, berpikiran lebih terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja, lebih wirausahawan, dan lebih ramah teknologi (Tirto.id, 2017). Dengan demikian, generasi Z yang saat ini duduk di bangku sekolah lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi termasuk mereka yang duduk di bangku sekolah dasar.

Pendidikan dan teknologi dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan pendidikan dalam membangun peradaban bangsa. Perkembangan kecanggihan teknologi yang pesat dapat menjadi faktor pendukung peningkatan kualitas pendidikan. Setelah munculnya jaringan internet, telah tersedia berbagai program aplikasi baik dari personal computer mapun smartphone yang dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja. Saat ini pengguna smartphone tidak hanya oleh para remaja dan orang dewasa saja, akan tetapi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun telah dapat menggunakannya.

Hasil penelitian Pangestika, dkk. (2017) tentang pengembangan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar berbasis android merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang menerapkan teknologi masa kini. Selain itu, Ependi (2015) juga mengembangkan aplikasi sebagai media belajar matematika berbasis android. Kedua penelitian tersebut bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis android guna memberikan kemudahan bagi siswa sekolah dasar untuk mempelajari matapelajaran tertentu. Hal ini menjadi salah satu wujud pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang memiliki peran penting bagi generasi saat ini.

            Pada dasarnya teknologi dapat membawa dampak positif maupun negatif bergantung pada pengguna dan tujuan penggunaannya. Berdasarkan perkembangan anak-anak sekolah dasar yang masih suka bermain. Tanpa adanya pengawasan dari orang tua, tidak menutup kemungkinan anak-anak lebih suka membuka fitur game online daripada fitur aplikasi belajar. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya kontrol atau pengawasan dari berbagai pihak dalam mengawasi penggunaan aplikasi berbasis android pada anak-anak sekolah dasar. Upaya yang penting dilakukan di sekolah adalah membentuk kegiatan GEBonTechs (Guidance Education Based on Technology for Student) sebagai Edukasi Teknologi pada Anak-anak Sejak Dini. GEBonTechs merupakan kegiatan bimbingan kelompok yang memberikan materi-materi berkaitan dengan edukasi dalam bidang teknologi untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman positif tentang penggunaan teknologi dalam kehidupan sehai-hari.

            Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Tahap pembentukan kelompok: kelompok dapat beranggotakan anak-anak yang berada dalam satu tingkat kelas yang sama atau berdasarkan usia anak-anak. Jumlah anggota dalam satu kelompok sekitar 10-15 anak yang bertujuan agar kegiatan dapat lebih efektif dan terfokus.

Tahap penjadwalan pertemuan: pemimpin kelompok dapat menjadwalkan kegiatan yang akan dilakukan selama satu kali  dalam setiap pekan. Pemimpin kelompok merupakan guru yang telah mendapat pembekalan materi edukasi teknologi.

Tahap inti: pemimpin kelompok memberikan bimbingan edukasi dalam bidang teknologi pada setiap pertemuan secara berkala dengan metode ceramah, diskusi, permainan, simulasi, maupun demonstrasi. Metode yang digunakan ini disesuaikan dengan karakteristik dan usia masing-masing anak-anak dalam suatu kelompok.

Pada kelompok tingkat kelas 1,2 dan 3 dapat diberikan materi berupa pengertian teknologi dan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, macam-macam teknologi, pengenalan komputer dan bagian-bagiannya, sikap positif dalam memanfaatkan teknologi khususnya komputer. Pada kelompok tingkat kelas 4,5, dan 6 dapat diberikan materi berupa pengertian internet dan penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari, cara pengoperasian program aplikasi yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar pada personal computer maupun smartphone, sikap positif sebagai seorang siswa atau pelajar dalam memanfaatkan teknologi khususnya internet.

Tahap refleksi dan pengakhiran: pemimpin kelompok melakukan refleksi terhadap pengetahuan, pemahaman, dan perasaan anak-anak mengenai materi yang telah disampaikan berkaitan dengan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemimpin kelompok juga mengarahkan anak-anak untuk merefleksi kegiatan bimbingan kelompok secara keseluruhan sebagai bentuk evaluasi pertemuan berikutnya. Selanjutnya, pemimpin kelompok akan menutup kegiatan dengan memberikan motivasi dan  informasi tentang pertemuan berikutnya.

Tahap Tindak Lanjut: sikap positif yang diajarkan kepada anak-anak mengenai pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari akan dipantau oleh orang tua di lingkungan keluarga dan guru di lingkugan sekolah. Kerjasama ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan GEBonTechs atau edukasi teknologi untuk anak-anak sekolah dasar.

            Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak akan lebih mengenal teknologi dari aspek edukasi. Hal ini akan menjadi bekal anak-anak dalam memilih dan memutuskan tindakan yang positif dalam pemanfaatan teknologi. Melalui edukasi teknologi ini, hal yang terjadi bukanlah penurunan kualitas sumber daya manusia di era digital. Akan tetapi, terciptalah generasi yang memiliki intelektual tinggi dan bermoral serta memiliki karakter yang luhur dalam menghadapi peradaban dan perkembangan teknologi di masa yang akan datang. Hal ini tentunya dapat terealisasi apabila seluruh elemen mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat bekerja sama dengan baik dan mau terlibat aktif dalam upaya menanamkan karakter luhur generasi muda. Dengan demikian, bangsa Indonesia siap menyongsong the golden age of  2045.

 

 Oleh: Riris Arintya

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adam, Aulia. 2017. Selamat Tinggal Generasi Milenial, Selamat Datang Generasi Z. (Online), https://tirto.id/selamat-tinggal-generasi-milenial-selamat-datang-generasi-z-cnzX diakses tanggal 29 Januari 2018.

Ependi, Usman & Nyimah Sopiah. 2015. Aplikasi Media Belajar Matematika Berbasis Android. Seminar Nasional Teknologi Informasi 2015. (Online), http://eprints.binadarma.ac.id/2601/1/paper-snti-2015%20%28Usman%20Ependi%20%26%20Nyimas%20Sopiah%29.pdf diakses tanggal 27 Januari 2018.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Online), https://kbbi.web.id/ diakses tanggal 29 Januari 2018.

Pangestika, Galih Vidia, Wawa Wikusna, & Aris Hermansyah. 2017. Aplikasi Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Murid Sekolah Dasar Berbasis Android. e-Proceeding of Applied Science: Vol.3, No.3 Desember 2017. (Online), http://libraryeproceeding.telkomuniversity.ac.id/index.php/appliedscience/article/view/5317 diakses tanggal 27 Januari 2018.

Pendidikan untuk Membangun Peradaban Bangsa. (Online), http://presidenri.go.id/berita-aktual/pendidikan-untuk-membangun-peradaban-bangsa.html diakses tanggal 29 Januari 2018.

Widiartanto, Yoga Hastyadi. 2016. Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 Juta. (Online), http://tekno.kompas.com/read/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.di.indonesia.capai.132.juta. Diakses tanggal 29 Januari 2018.

Wikipedia. Generasi Z. (Online), https://id.wikipedia.org/wiki/Generasi_Z diakses tanggal 29 Januari 2018.


 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul Ajar: Perawatan Sistem Rem Sepeda Motor

CARA KERJA SCANTOOL SEPEDA MOTOR HONDA

Memahami Cylinder Bore Gauge: Kunci Akurasi Pengukuran Silinder Mesin